Saya hanya melihat ucapan itu keluar karena kondisi sudah menjepit kubu PKS. Pertama, untuk menjaring masa pendukung, PKS menyarankan Ani Yudhoyono dan Herawati (istri Boediono) pakai jilbab (Pemilu Indonesia). Berkembanglah bermacam-macam opini di masyarakat.
Akhirnya, untuk menutupi hal tersebut, Presiden PKS turun tangan. Tapi ucapannya kali ini kelewatan dan aneh, karena keluar dari mulut presiden partai (yang mengklaim sebagai partai) dakwah. “Apa kalau istrinya berjilbab lalu masalah ekonomi selesai? Apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik?” katanya. “Soal selembar kain saja kok dirisaukan.”
Segera saja, kecaman berbagai kalangan umat Islam dilemparkan ke PKS, tidak terkecuali Dakwah Islamiyah. “Bagi kami, ini adalah persoalan yang sangat serius ditinjau dari sisi akidah Islam karena sesungguhnya, perkara jilbab dalam pandangan kami bukan hanya sekedar simbol semata, tapi pengejawantahan dari ajaran dan perintah Allah SWT dan hal itu tidak pantas dikatakan hanya selembar kain.” (Eramuslim)
Memang tidak ada hubungan langsung antara jilbab dan ekonomi, tapi kalau hanya “selembar kain”, Allah tidak akan perintahkan wanita Muslim memakainya ‘kan?
Masalah kedua yang “mengganggu” tim SBY dan PKS adalah kasus neolib-nya Boediono. Sebegitu menganggunya sampai-sampai PKS, melalui Majelis Syuro XI, mengumumkan bahwa mendukung SBY itu wajib hukumnya dan Boediono adalah seorang muslim (Bayanat). Sebegitunya??
Ketiga, terkait kontrak politik PKS – SBY dan tawar-menawar jatah menteri. Dengar dari obrolan, PKS tidak mau hanya mendapat empat menteri, maunya lima menteri (kalau nggak salah): Menag, Menkominfo, Mentan, Mendiknas, dan Meneg BUMN. Setelah akhirnya SBY menerima, barulah PKS deal. Tulisan di Bayanat sih begini:
“Untuk berkoalisi dengan SBY dan Partai Demokrat dalam Pilpres 2009, APABILA kontrak politik dapat disepakati bersama.”
Ingat! Kata “APABILA” dengan huruf besar memang dari sananya. Soal jatah menteri saya hanya dengar dari orang yang dekat dengan partai dan mengikuti politik. Meski media mengabarkan bahwa PKS dan PD membantah soal jatah menteri. Jadi, kebeneran kebenaran tinggal menunggu waktu saja.
Sedikit balik lagi soal jilbab “politik”, ada apakah Ani Yudhoyono (akhirnya) pakai jilbab? Wallahua’lam.
azerila.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar